8 Tanda Yang Menunjukkan Kalau Kamu Bisa Jadi Terkena OCD

mencuci_tangan
via pixabay
Apakah kamu mencuci tangan terlalu sering?  Mengecek kompor terus menerus untuk memastikan kompor tersebut sudah dimatikan? Waspadai, jangan-jangan kamu terkena gejala OCD. OCD adalah singkatan dari Obsessive Compulsive Dissorder, yaitu gangguan kecemasan yang penderitanya melakukan sesuatu secara berulang-ulang untuk melegakan kecemasannya. Untuk membantumu memastikan kalau kamu terkena OCD atau tidak, kamu bisa membaca tanda-tandanya yang kami paparkan di bawah ini.

1.    Kamu mencuci tangan terlalu sering

Kamu mencuci tangan berulang-ulang secara tidak wajar. Kamu berpikir kalau tanganmu itu bisa membuat orang sakit dan pikiran itu terus menerus mengganggumu. Kamu akan mencuci tanganmu sampai bersih agar orang-orang tetap aman jika bersalaman denganmu. Tapi kamu tidak yakin kalau tanganmu itu sudah benar-benar bersih. Untuk itu kamu mencuci tanganmu lagi dan lagi.
Atau pikiranmu selalu dihantui kalau selalu terkontaminasi kuman. Mungkin dari gagang pintu, keranjang belanja, atau yang lainnya. Dan lagi-lagi pikiranmu selalu mendorongmu untuk mencuci tangan. Kamu tidak bisa tenang kalau belum melakukannya. Meski kamu sudah melakukannya pikiran itu nantinya tetap datang lagi.

2.    Bersih-bersih secara berlebihan

Kamu cenderung melakukan bersih-bersih berulang kali. Mencuci tangan, membersihkan rumah, atau bersih-bersih yang lain. Perilaku bersih-bersih itu suatu hal yang positif dan wajar. Namun jika kamu menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari hanya untuk bersih-bersih, bisa jadi kamu terkena gejala OCD. Kamu merasa cemas dan takut kalau kamu tidak melakukannya.  Meski kamu sudah melakukan bersig-bersih, kamu hanya akan lega sesaat saja karena pikiran-pikiran itu akan muncul lagi bahkan lebih kuat dari sebelumnya.

3. Suka mengecek sesuatu berulang kali

Kamu suka mengecek pintu apakah sudah dikunci atau belum atau mengecek kompor berulang-ulang untuk memastikan kompor sudah mati. Kamu mengeceknya tidak sekali dua kali tetapi tiga kali, empat kali bahkan 20 kali. Ini merupakan perilaku yang tidak wajar. Kamu merasa diserang oleh pikiran-pikiran kalau kamu itu orang yang tidak bertanggung jawab dan kamu ingin mengusir pikiran itu dengan mengecek pekerjaanmu berulang-ulang. Namun sayangnya pikiran itu tetap muncul.
Untuk membantu kamu mengatasinya, kamu perlu mengeceknya sekali saja atau membatasinya maksimal tiga kali. Kalau sudah tiga kali, abaikan pikiran obsesif tersebut dan jangan dituruti.

4. Menghitung

Kamu punya pikiran untuk menghitung sesuatu pada apa yang kamu lakukan dengan pola tertentu. Perilaku ini bisa disebabkan oleh takhayul seperti anggapan bahwa angka tujuh itu bagus. Maka kamu akan merasa cemas atau takut kalau kamu tidak melakukan tujuh langkah setiap kalinya.

5. Terlalu terorganisir

Kamu melakukan pengaturan terlalu sempurna seperti harus terasa benar, harus benar-benar simetris, dan harus dengan jumlah dan posisi yang tepat. Kamu dipengaruhi oleh pikiran-pikiran mengenai ketertiban, keteraturan yang berlebihan.
Kalau kamu merasa terbantu dengan perilaku ini mungkin ini bukan masalah tetapi akan menjadi masalah jika perilakumu ini mengganggumu dan menghambat produktivitasmu. Karena kamu sebenarnya tidak ingin melakukan itu tetapi merasa terpaksa harus melakukannya untuk menghilangkan kecemasan dari pikiran obsesif tersebut.

6.  Takut akan kejahatan

Semua orang pada umumnya takut jika tindak kejahatan menimpa mereka. Namun jika  pikiran cemas dan takut akan kejahatan ini sudah berlebihan dan benar-benar mengganggu, bisa jadi itu pertanda bahwa seseorang terkena OCD. Semakin kamu menghindar dari pikiran itu, pikiran itu semakin merasuk di kepala kamu. Kamu berusaha lebih keras untuk menghilangkan pikiran itu.
Wajarnya sih pikiran seperti muncul sesekali saja. Kalau khawatir dengan keselamatan ibumu yang membuatmu meneleponnya berkali-kali meski ibumu sudah bilang kalau dia baik-baik saja, bisa jadi kamu mengidap ocd.

7.    Mencari kepastian

Salah satu cara penderita ocd menenangkan pikiran mereka adalah dengan meminta pendapat teman dan keluarga mereka. Kalau kamu meminta pendapat temanmu apakah menurutnya rumahmu tampak kotor secara berulang-ulang bisa jadi itu adalah cara kamu menghilangkan pikiran obsesif yang mengganggumu kalau kamu terkena ocd.

8.    Minta maaf berkali-kali

Kamu takut menjahati temanmu atau kekasihmu. Dan kamu terus-terusan meminta maaf meski sebenarnya kamu tidak melakukan kesalahan. Mungkin kamu meminta maaf setiap 10 menit sekali. Kalau kalau dihitung-hitung sudah puluhan kali kamu minta maaf pada orang yang sama dalam sehari. Kalau kamu memiliki perilaku ini, bukan hanya kamu yang terganggu dengan kecemasanmu tapi orang lain juga menjadi risih dan terganggu dengan perilakumu.
ocd
via flickr

Apakah kedelapan tanda-tanda di atas ada pada dirimu? Jika iya kamu perlu periksa ke psikolog atau psikiater untuk memastikan apakah kamu terkena ocd atau tidak dan mendapatkan terapi pengobatannya. Berusahalah untuk tidak menggubris pikiran obsesif yang muncul. Bekali dirimu dengan pengetahuan agar yang kamu lakukan itu sudah benar menurut faktanya bukan menurut pikiran-pikiran, bayangan-bayangan, atau kecemasan yang ada di kepalamu. Santai saja dan jangan berlebihan.

Click to comment