Menurut Penelitian Kertas Nasi Mengandung 150 Juta Bakteri

Menurut Penelitian Kertas Nasi Mengandung 150 Juta Bakteri
sumber gambar: pesisirone.com

URAIAN.NET – Dulu masyarakat Indonesia menggunakan pohon pisang untuk membungkus makanan. Sekarang zaman telah berubah, fungsi daun pisang tersebut banyak digantikan oleh kertas Nasi. Saat ini kertas nasi cukup banyak digunakan oleh masyarakat sebagai alat untuk membungkus makanan. Namun, Tahukah kamu kalau kertas nasi yang kamu gunakan bisa jadi mengandung jutaan bakteri yang bisa membahayakan kesehatan.

Artikel yang dipublish di lipi.go.id (02/12/2016) menyebutkan bahwa berdasarkan riset yang dilakukan LIPI, jumlah bakteri yang terkandung dalam kertas pangan yang terbuat dari kertas daur ulang sekitar 1,5 juta koloni per gram, sedangkan rata-rata kertas nasi yang umum digunakan beratnya 70—100 gram, itu artinya ada sebanyak 105 juta—150 juta bakteri yang terdapat di kertas tersebut.  Kandungan mikroorganisme di kertas daur ulang memiliki nilai tertinggi dibandingkan jenis kertas lainnya, ini melebihi batas yang ditentukan,"

Kalau kita perhatikan dari kutipan tersebut, dapat kita simpulkan kertas daur ulang lah yang dimaksud dengan kertas nasi yang berbahaya. Untuk itu kita perlu berhati-hati dalam memilih bungkus makanan. Kita perlu menghindari penggunaan kertas daur ulang karena memiliki dampak buruk bagi kesehatan. Sebagai gantinya kita perlu menggunakan kertas nondaur ulang untuk membungkus makanan.

Selain itu dalam artikel tersebut juga disebutkan bahwa sebagai alternatif, masyarakat dapat menggunakan kemasan pangan berkategori food grade yang 100% terbuat dari serat alami dengan ciri-ciri tampilan berwarna putih bersih, tidak berbintik-bintik, dan tidak tembus minyak. Di samping itu, kartonfood grade bersifat ramah lingkungan karena mudah terurai.

Atau menurut admin, kita gunakan saja daun pisang yang tentunya lebih aman dan alami. Setuju gak pembaca sekalian? hehe

Click to comment