Langsung ke konten utama

Apa itu Obsesif Kompulsif Disorder?

Obsesif Kompulsif Disorder merupakan salah satu jenis gangguan kecemasan yang ditandai dengan adanya bisikan-bisikan, pikiran-pikiran, bayangan-bayangan, perasaan, atau kecemasan yang mendorong penderitanya untuk mengulangi sesuatu secara terus menerus.

Obsesif Kompulsif Disorder terdiri dari tiga kata yaitu obsesif, kompulsif dan disorder. Dapat dikatakan obsesif kompulsif disorder adalah gangguan yang meliputi dua unsur yaitu: obsesi dan kompulsi:
  • Obsesi: yaitu bisikan, gambar, kepanikan, kecemasan yang tidak menyenangkan dan muncul secara berulang di dalam pikiran. Obsesi ini muncul begitu saja dan si penderita tidak dapat mengontrolnya. Penderita merasa sangat terganggu dengan munculnya obsesi yang terus berulang ini, dia berusaha mengusir dan menghilangkan bisikan atau pikiran yang mengganggu tersebut dengan melakukan sesuatu secara berulang. Memang penderitanya akan merasa lega setelah melakukan sesuatu secara berulang tetapi rasa lega itu hanya datang sesaat. Setelah itu obsesi akan kembali muncul lagi dan lagi bahkan mungkin obsesi ini lebih kuat dari sebelumnya.
  • Kompulsi: yaitu pengulangan aktivitas secara terus menerus sebagai akibat dari obsesi. Contohnya seperti mengecek apakah pintu sudah terkunci atau belum tetapi ia mengeceknya bukan hanya sekali atau dua kali tetapi lebih dari tiga kali karena obsesi muncul lagi dan lagi dan mendorong penderitanya untuk kembali megecek pintu tersebut meskipun seharusnya dia sudah tahu kalau pintu itu sudah terkunci. Namun ia merasa tetap harus mengecek pintu itu lagi untuk membuatnya merasa lega.

Orang dengan OCD hidup dalam kepayahan dan sangat menderita. Ia kesulitan untuk bisa merasa tenteram dan tenang karena pikirannya selalu diganggu obsesi dan itu membuatnya merasa tidak nyaman. Ia bersusah payah karena menghabiskan waktu berjam-jam setiap harinya untuk melakukan ritual berulang yang sebenarnya tidak ingin ia lakukan dan itu membuatnya kesulitan untuk menjalani aktifitas rutin sehari-hari secara normal. Bahkan ia juga akan membuang-buang sesuatu secara boros misalnya jika ia mencuci tangan terus menerus maka ia akan boros dalam penggunaan air dan sabun.

Jika kamu menderita OCD, saran saya kamu jangan memedulikan bisikan-bisikan atau pikiran-pikiran negatif tersebut. Kamu jangan menggubrisnya. Cukup lakukan sesuatu berdasarkan prosedur yang benar dan normal bukan berdasarkan pikiran-pikiran yang tidak beralasan. Kalau memang perlu untuk mengulangi sesuatu maka kamu bisa membatasinya maksimal cukup sampai tiga kali saja. Jika lebih dari itu, jangan lakukan. Kalau ada pikiran obsesi yang mengganggu, janganlah kamu menggubrisnya. Jangan sampai OCD membuatmu menjadi malas melakukan kegiatan positif seperti mencuci tangan atau mengecek pintu karena kamu merasa sudah muak melakukan itu semua. Cukup lakukan dengan wajar tanpa harus mengulang-ngulangnya secara berlebihan.

Atau kamu bisa menghubungi psikolog atau psikiater untuk mendapatkan bantuan.

Komentar